this world is not narrow gals, let's discover it !
-the adventours-
melancholic-plegmathic, occasionally choleric-sanguinic
Eka Sri Waningsih
suatu saat disebuah ruang keluarga yang nyaman,seorang ayah dan anak perempuannya sedang berbincang bincang
Anak : Ayah , cantik nggak kalo pake ini ? (sambil mengepas-ngepaskan jilbab mode terbaru di depan ayahnya)
Ayah : anak ayah mah tetep cantik mau digimanain , udah dari sananya gitu
Anak : yeeee . . . kalo yang ini ?
Ayah : hmmm warnanya kok gitu
Anak : kan lagi nge trend yah , jilbab gaul gitu
Ayah : oooh . . . sejak kapan kamu pake yang model gitu ?
Anak : belum yah , mau nyobain , ini juga dari temen , Ayas cobain ya Yah
Ayah : coba ayah mau liat
sang anak kemudian berbenah dan mencoba
Ayah : wah cantik banget , tapi . . .
Anak : tapi kenapa yah
Ayah : yakin mau pake itu ? terlalu menarik perhatian menurut ayah , bukan jilbab yang baik
Anak : emang yang baik yang gimana yah ?
Ayah : yang biasa kamu pake , jilbab yang baik itu yang ketika shalat pun , tanpa mukena lagi kamu sudah bisa melaksanakan shalat dengan pakaian dan jilbabmu itu
Anak : . . . . .
Ayah : kalo itu , pasti repot deh , masak mau shalat pakaiannya kayak gitu ?
Anak : (tersenyum) okeeee siap ayah !
Ayah nya tersenyum , menangkap pemahaman putrinya yang baik , ia tidak khawatir lagi . . .
I really, really so badly wants to visit Mekkah Al Mukarramah, Madinah Al Munawwarah and Masjidil Al Aqsa. InsyaaAllah, O Allah pls do make my dreams come true ;(
Subhanallah, we have the same dream, that every Moslem should’ve had this dream :)
seribubangau asked: Itu dugderan belum kan? Seingetku seminggu sebelum lebaran ya
belum mas, iya ntar sebelum puasa..
mau ngarak warak ngendhog mas ? hahaha
SUBMISSION: belindch. Thank you, sister.
WARAK NGENDOG (captured at Central Java Parade) - a mythical creature from Semarang, Central Java. Usually made a few days before Ramadhan (holy month for moslem), as the closing of dugderan (a traditional festival to celebrating ramadhan). This creature is believed to represent 3 different ethnics which live in Semarang: Javanese, Arabian, and Chinese. We can see the head is like dragon head (Chinese), while the body is the combination of buraq (a special animal resembling the winged horse with a human head believed to take Prophet Muhammad to Sidratil Muntaha ~> Arabian) and goat (Javanese).
The word warak comes from wara’i (Arabian) which means holy. Ngendog (laying egg) symbolized as the reward of a person having previously obtained through the scriptures. So, warak ngendog can be defined as those who maintain the sanctity of Ramadan, one day at the end of the month will be rewarded on the Day of Eid.
aku
Bahan :
Pasta 150 gram
Margarin secukupnya
Telur 2 butir
Bawang putih 3 buah
Cabe merah 6 buah
Saus tomat 3 sdm
Garam, merica bubuk secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Air secukupnya
Cara Memasak :
- Rebus pasta dalam air mendidih, tambahkan margarin, aduk rata. Biarkan mendidih sampai pasta matang. Tiriskan.
- Untuk membuat saus, haluskan bawang putih dan cabe merah tersendiri, tambah sedikit garam.
- Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih yang sudah dihaluskan hingga harum, tambahkan cabe merah yang sudah dihaluskan.
- Masukkan telur yang sudah dikocok, diaduk-aduk (buat orak-arik)
- Tambahkan saus tomat dan air secukupnya.
- Tambahkan garam dan merica bubuk secukupnya.
- Biarkan mendidih dan menyusut airnya.
- Letakkan pasta dalam piring, tuang saus telur di atasnya.
note : untuk 2 porsi

